<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Kapan Nikah? Kapan? Kapan?</title>
	<link>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 18:22:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: rah tu</title>
		<link>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-294</link>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 04:31:16 +0100</pubDate>
		<guid>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-294</guid>
					<description>CBS = Cerdas, Berbudaya, Sejahtera???
Menyimak janji-janji kampanye cagub Cok Budi Suryawan (CBS) yang disarikan menjadi Cerdas, Berbudaya, Sejahtera, sangat jauh dari fakta-fakta yang ada selama CBS masih menjabat Bupati Gianyar. Jika CBS mengaku cerdas, maka hal itu bertentangan dengan kenyataan bahwa selama menjadi Bupati Gianyar ia lebih banyak dikendalikan investor dan tidak memiliki inovasi untuk mensejahterakan rakyat. Jika CBS mengaku berbudaya, sangat bertentangan dengan kenyataan bahwa selama menjabat bupati, CBS justru tidak menjunjung Gianyar sebagai kota budaya. Ia sama sekali tidak berusaha membangun gedung kesenian, tetapi malah membangun lapangan sepak bola yang megah yang kemudian ternyata mangkrak. Begitu juga dengan Pembangunan gedung DPRD yang terletak di jantung Kota Budaya Gianyar, terkesan dipaksakan tanpa mengindahkan nilai budaya, etika, tata ruang, dan ergonomi. Pembangunan Balai Budaya pun tidak sesuai konsep budaya Bali. Sedangkan pembangunan pusat pertokoan berlantai 3 yang mematikan perekonomian rakyat dan merusak tatanan budaya dan etika.
Lalu, kalau mengaku Sejahtera, mari kita simak apa yang dilakukan CBS ketika menjadi bupati. Ia malah menyengsarakan masyarakat kecil dengan, misalnya, kerusakan subak dan tidak jelasnya ganti rugi tanah akibat kebijakannya LC waktu CBS jadi bupati. LC sepanjang jalan 20 km di Gianyar itu merusak 11 subak di 4 wilayah. Akibat LC itu juga, hingga kini ganti rugi / penukar tanah hak milik petani tidak jelas; hak milik petani jadi berkurang / hilang; letak/lokasi tanah pengganti hak milik petani tidak/kurang strategis (nilai ekonomis rendah); pemilik baru bermunculan pada lokasi strategis di depan jalan LC “20”. Pemilik semula (petani asal), pada dasarnya terlempar dari lokasi itu; muncul tanah “tanpa tuan”; petani (di hilir) mengalami kesulitan menggarap sawah-ladang karena sistem pengairan rusak; Pura Ulun Siwi tidak lagi memiliki pengempon / krama. Ini juga berarti budaya warisan leluhur menjadi hancur karena penanganan LC semerawut; muncul permukiman di luar sistem; kamtibmas terganggu (konflik antar banjar/desa merebak). Pendek kata, bukan mensejahterakan, sebaliknya menyengsarakan rakyat.

Hal-hal lain yang pantas dicatat adalah:

1.	Pada masa kepemimpinan CBS muncul proyek terminal Kota Gianyar yang mangkrak, sehingga investasi tidur bertahun-tahun. Padahal investasi itu menggunakan uang rakyat;

2.	Pembangunan pusat pertokoan berlantai 3 yang mematikan perekonomian rakyat dan merusak tatanan budaya dan etika;

3.	Stage Sidan dibangun untuk menjadi sekadar “pemanis” terhadap kesenjangan Gianyar Timur dan Gianyar Barat (Ubud dan sekitarnya). Termasuk RPH mangkrak merupakan janji kosong bagi Gianyar Timur.

4.	Satu-satunya yang bisa dinikmati oleh masyarakat Gianyar Timur hanyalah Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) Temesi yang overload dan menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Jadi, selama kepemimpinan CBS,  masyarakat Gianyar Timur hanya bisa “menikmati” sampah.

Sekarang baru menjadi kandidat gubernur menjanjikan rakyat 10.000 rumah. Nah subak yang mana akan dihancurkan, lahan pertanian yang mana akan dikorbankan? 
Apakah hal-hal tersebut di atas bukan jargon CBS: Cok Bobog Sajan!!


								 
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p><span class="caps">CBS </span>= Cerdas, Berbudaya, Sejahtera???<br />
Menyimak janji-janji kampanye cagub Cok Budi Suryawan (CBS) yang disarikan menjadi Cerdas, Berbudaya, Sejahtera, sangat jauh dari fakta-fakta yang ada selama <span class="caps">CBS</span> masih menjabat Bupati Gianyar. Jika <span class="caps">CBS</span> mengaku cerdas, maka hal itu bertentangan dengan kenyataan bahwa selama menjadi Bupati Gianyar ia lebih banyak dikendalikan investor dan tidak memiliki inovasi untuk mensejahterakan rakyat. Jika <span class="caps">CBS</span> mengaku berbudaya, sangat bertentangan dengan kenyataan bahwa selama menjabat bupati, <span class="caps">CBS</span> justru tidak menjunjung Gianyar sebagai kota budaya. Ia sama sekali tidak berusaha membangun gedung kesenian, tetapi malah membangun lapangan sepak bola yang megah yang kemudian ternyata mangkrak. Begitu juga dengan Pembangunan gedung <span class="caps">DPRD</span> yang terletak di jantung Kota Budaya Gianyar, terkesan dipaksakan tanpa mengindahkan nilai budaya, etika, tata ruang, dan ergonomi. Pembangunan Balai Budaya pun tidak sesuai konsep budaya Bali. Sedangkan pembangunan pusat pertokoan berlantai 3 yang mematikan perekonomian rakyat dan merusak tatanan budaya dan etika.<br />
Lalu, kalau mengaku Sejahtera, mari kita simak apa yang dilakukan <span class="caps">CBS</span> ketika menjadi bupati. Ia malah menyengsarakan masyarakat kecil dengan, misalnya, kerusakan subak dan tidak jelasnya ganti rugi tanah akibat kebijakannya LC waktu <span class="caps">CBS</span> jadi bupati. LC sepanjang jalan 20 km di Gianyar itu merusak 11 subak di 4 wilayah. Akibat LC itu juga, hingga kini ganti rugi / penukar tanah hak milik petani tidak jelas; hak milik petani jadi berkurang / hilang; letak/lokasi tanah pengganti hak milik petani tidak/kurang strategis (nilai ekonomis rendah); pemilik baru bermunculan pada lokasi strategis di depan jalan <span class="caps">LC </span>&#8220;20&#8221;. Pemilik semula (petani asal), pada dasarnya terlempar dari lokasi itu; muncul tanah &#8220;tanpa tuan&#8221;; petani (di hilir) mengalami kesulitan menggarap sawah-ladang karena sistem pengairan rusak; Pura Ulun Siwi tidak lagi memiliki pengempon / krama. Ini juga berarti budaya warisan leluhur menjadi hancur karena penanganan LC semerawut; muncul permukiman di luar sistem; kamtibmas terganggu (konflik antar banjar/desa merebak). Pendek kata, bukan mensejahterakan, sebaliknya menyengsarakan rakyat.</p></p>
	<p>
<p>Hal-hal lain yang pantas dicatat adalah:</p></p>
	<ol>
	<p>
<li>
<p>Pada masa kepemimpinan <span class="caps">CBS</span> muncul proyek terminal Kota Gianyar yang mangkrak, sehingga investasi tidur bertahun-tahun. Padahal investasi itu menggunakan uang rakyat;</p>
</li>
</p>
	<li>
<p>Pembangunan pusat pertokoan berlantai 3 yang mematikan perekonomian rakyat dan merusak tatanan budaya dan etika;</p>
</li>
</p>
	<li>
<p>Stage Sidan dibangun untuk menjadi sekadar &#8220;pemanis&#8221; terhadap kesenjangan Gianyar Timur dan Gianyar Barat (Ubud dan sekitarnya). Termasuk <span class="caps">RPH</span> mangkrak merupakan janji kosong bagi Gianyar Timur.</p>
</li>
</p>
	<li>
<p>Satu-satunya yang bisa dinikmati oleh masyarakat Gianyar Timur hanyalah Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) Temesi yang overload dan menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Jadi, selama kepemimpinan <span class="caps">CBS</span>,  masyarakat Gianyar Timur hanya bisa &#8220;menikmati&#8221; sampah.</p>
</li>

</ol></p>
	<p>
<p>Sekarang baru menjadi kandidat gubernur menjanjikan rakyat 10.000 rumah. Nah subak yang mana akan dihancurkan, lahan pertanian yang mana akan dikorbankan?<br />
Apakah hal-hal tersebut di atas bukan jargon <span class="caps">CBS</span>: Cok Bobog Sajan!!</p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Eka</title>
		<link>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-292</link>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 03:52:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-292</guid>
					<description>lho?? bukannya udah??</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>lho?? bukannya udah??</p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: putu</title>
		<link>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-280</link>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 15:35:09 +0100</pubDate>
		<guid>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-280</guid>
					<description>ya.. sayah jg blm nih .. sbr aj</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>ya.. sayah jg blm nih .. sbr aj</p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: putlie</title>
		<link>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-279</link>
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2007 16:27:03 +0100</pubDate>
		<guid>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-279</guid>
					<description>ndut, maka nya langsingin perut dulu... biar ada yang mau gitu :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>ndut, maka nya langsingin perut dulu&#8230; biar ada yang mau gitu <img src='http://madecenik.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Blanthik_ayu</title>
		<link>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-275</link>
		<pubDate>Sat, 21 Jul 2007 13:42:46 +0100</pubDate>
		<guid>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-275</guid>
					<description>de...di foto kok lu keliatan kurusan sih...sukses ya dietnya :))</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>de&#8230;di foto kok lu keliatan kurusan sih&#8230;sukses ya dietnya <img src='http://madecenik.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: arjuna</title>
		<link>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-273</link>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 08:31:27 +0100</pubDate>
		<guid>http://madecenik.blogsome.com/2007/07/09/kapan-nikah-kapan-kapan/#comment-273</guid>
					<description>jadi kapan?
*kabur*</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p>jadi kapan?<br />
<em>kabur</em></p></p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
