Disetiap kehidupan manusia, tidak akan selamanya berjalan mulus, bagaikan roda yang berputar, terkadang manusia berada diatas, tapi terkadang juga berada dibawah. Semuanya itu mungkin merupakan rule yang berlaku di kehidupan, supaya manusia bisa selalu ingat sama Tuhannya, selalu ingat kepada yang menciptakannya.
Namun tidak semua orang bisa dengan tulus hati dan ikhlas menerima cobaan itu, tidak juga dengan saya… saya pun bukanlah orang yang bisa menelan “Pil Pahit” atas apa yang saya terima secara buruk. Akhir – akhir ini beberapa teman saya sering sekali mengeluh tentang kehidupannya, saya senang sekali karena mereka percaya untuk menceritakan itu kepada saya. Semua yang mereka alami, segala sesuatu yang mereka tidak bisa terima, saya anggap merupakan pembelajaran buat saya sendiri, supaya saya bisa lebih dewasa, supaya saya bisa lebih menerima apa yang dibilang orang dengan “Pahitnya kehidupan”. Hmm… kalo dipikir, serem juga apa yang mereka ceritakan apabila kejadian sama saya, jujur aja mungkin saya bisa mendengarkan dan memberikan masukan, tapi saya ngga yakin saya bisa melewati masa-masa itu kalau harus mengalami apa yang mereka alami.
Saya cuma berharap buat teman-temanku yang mengalami suatu cobaan, marilah kita sama – sama belajar menelan “Pil Pahit” yang sedang berada di mulut kita, disertai dengan doa, mudah-mudahan pil itu dapat tertelan sehingga kita bisa melewatinya dengan baik dan hasilnya akan sesuai dengan apa yang diharapkan, yakinlah selalu bahwa Tuhan selalu berada disamping kita dan selalu akan membantu kita, semoga “Pil Pahit” ini juga merupakan “obat” untuk kesembuhan luka kita yang terbentuk akibat rintangan yang kita hadapi.
Terima kasih untuk orang-orang yang selalu sabar dan mensupport orang lain ketika orang tersebut berada di kesusahan, semoga selalu dilimpahkan anugrah dan rahmatnya kepada orang-orang yang mau peduli dengan kesusahan orang lain, dan doakan saya semoga bisa menjadi seseorang yang seperti itu.

