Setiap hari.. setiap jam.. setiap menit dan setiap detik yang gw lewatin rasanya kog cuma senang-senang dan menghambur-hamburkan sesuatu yang namanya materi. Yah.. mungkin emang sih ngga seberapa dibanding orang-orang tajir disebelah sana yang selalu dengan mudahnya mengeluarkan materi guna kesenangan belaka, mungkin bisa menghabiskan jutaan rupiah untuk sekali kesenangan yang didapat, yah.. tidak bisa di pungkiri gw pun ikut dalam kesenangan itu * untung gw ngikut doank yang bayar si tajir hehehehe *.
Tapi, pernahkah kita menengok kebawah, ketika kita melewati jembatan penyeberangan, ketika kita memasuki terminal-terminal, ketika kita sedang berada di shelter bus ataupun ketika kita sedang berhenti dilampu merah berada didalam sedan mewah kita? begitu banyaknya pengemis, begitu banyaknya orang-orang yang kelaparan sedang menunggu belas kasihan dan meminta-minta untuk kelangsungan hidupnya. Tragiss… mungkin itu yang bisa dikatakan untuk kehidupan yang semacam ini, mungkin ini bisa jelas kita lihat, sehingga orang yang bersedia menyisihkan sedikit rejekinya bisa menyenangkan hati para kaum-kaum dhuafa ini.
Hmm… Saya ingin mengajak kalian untuk melihat kejenjang yang lebih tinggi, kantor misalnya… banyak sekali orang yang melihat bahwa kehidupan kantor itu penuh dengan kemapanan, penuh dengan hiburan dan kesenangan setelah seharian bekerja keras. Tapi dibalik itu, mari kita lihat tingkatan – tingkatan kepegawaian kantor yang tidak sama, ada yang OB ada cleaning service, ada asisten manager, ada manager dan ada kadiv serta BOS !!.. Mungkinkah seorang yang berada diatas bisa peduli dengan kaum-kaum kantoran tingkat bawah? andaikan ada banyak orang yang bisa seperti itu, mungkin kita bisa berbangga hati karena untuk kaum-kaum bawah seperti saya ini bisa di perjuangkan hak-haknya dan tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai seorang pegawai. Tergerakkah hati mereka untuk memikirkan nasib karyawannya? bagaimana dengan Office Boy yang selalu mengeluh karena banyaknya pekerjaan tetapi mendapatkan upah yang tak sepadan? this was real happened on my old Company…...
Untuk itu, marilah kita memperhatikan keadaan sekitar kita untuk peduli dan sedikit memberikan kasih sayang kita kepada mereka, karena sesungguhnya semua yang kita miliki tidak lain dan tidak bukan merupakan titipanNya yang bisa diambil kapan saja. Ingatlah selalu akan hal itu… bahwa memikirkan kepentingan sendiri tidaklah bisa membahagiakan hati.


hehehe .. ini dia .. makanya gw kalo dateng kepagian iseng baca blognya si item .. variatif banget isinya .. kalo bos2 kan baca koran, kl gw baca blognya si item dah cukup .. secara blog sama orangnya kurang matching gitu .. kl baca blognya suka mengharu biru .. tapi kalo liat orang aslinya .. walah .. * geleng2 kepala * .. beneran deh kagak matching ..
Comment by shasa — January 2, 2007 @ 12:09 am
Man only thing about himself. Semakin tinggi seseorang tidak menjamin semakin tinggi nya tingkat kepedulian dgn sesama, bukan hanya kepada orang yang jauh di bawahnya, bahkan dengan orang yang setingkat dengan dirinya merupakan musuh atau saingannya.
Padahal berbuat baik buat sesama apalagi untuk orang yang tidak mampu sama artinya dengan berbuat sesuatu yang baik untuk Tuhan.. Realize..
Comment by jazzterritories — January 2, 2007 @ 4:29 am
Wah… sebelum ktr Daddy nyerah dan ditutup dulu (bangkrut), Yg Daddy pikirin tuh anak buahnya lho! mpe rela nurunin gaji sendiri buat bayar gaji karyawan. Dan waktu akhirnya ditutup, banyak anak buahnya nungguin di dpn gerbang ktr yg udah digembok berhari2.
Yes, He is MY DADDY! And I pray to have someone like him
Comment by Trinie — January 2, 2007 @ 6:24 am
menengok ke bawah itu harus.
menengok ke atas juga perlu.
harus seimbang..
Comment by imgar — January 3, 2007 @ 12:50 am